Take Off & Gravitasi

Bagikan

Take Off & Gravitasi

Kalau kemarin kita berbicara tentang pengusaha yg thulat thulit, hari ini kita bicara pengusaha pada step di bawahnya, yaitu pengusaha mikri😂

Mengapa sebuah pesawat yg mau take off/ lepas landas itu gass poll meningkatkan speednya?

Setelah speed pada kondisi optimal maka perlahan ban depan pesawat itu naik dan diikuti oleh seluruh badan pesawat ikut naik, terbang
Ini yg dinamakan take off

Take off ini adalah masa krusial, maka semua penumpang diminta untuk duduk, menegakkan sandaran dan memakai sabuk pengaman
Karena ketika pesawat ini take off maka dorongan ke atas lebih kuat daripada tarikan gravitasi ke bawah
Gravitasi (gaya tarik bumi) ini secara sunnatullah terus menarik ke bawah

Dalam proses pendampingan pengusaha, mirip seperti ini.

Angka psikologis take off itu kalau boleh saya gambarkan
Omzet 1 Milyar per tahun.

Di bawah itu?
Saya sering menyebutnya: Mikri (di bawah mikro).

Ini perjalanan pendampingan terberat, jadi bagi anda yg berada di angka di bawah ini dan ada orang yg mau mendampingi anda, bersyukurlah.

Mengapa pendampingan di fase ini sangat berat?

Karena gaya gravitasinya sangat kuat.

Gravitasi itu bukan cuma gaya tarik bumi.
Dalam bisnis, gravitasi itu:
• Zona nyaman.
• Stelan pabrik.
• Mental “wes cukup ngene ae.”
• Takut bermimpi besar.
• Takut gagal.
• Malas belajar.
• Pengen instan.
• Pengen dibantu terus.
• Banyak alasan.

“Wes rasah duwur-duwur le gawe rencana, ndak kesampluk helicopter…”

Cukup segini aja.
Ga usah muluk-muluk.

Itu gravitasi.

Dan selama dorongan internalnya tidak lebih kuat dari gravitasi itu…
dia tidak akan pernah take off.

Sekali lagi Masalahnya bukan di bisnisnya.

Masalahnya di mindset. Si pebisnisnya sendiri.

Saya sering bilang: orang yang ruwet.
Ruwet pikirannya. Kebanyakan alasannya. Ga mau eksekusi.

Mau sukses tapi tidak mau berubah.
Mau omzet naik tapi tidak mau kapasitas naik.
Mau terbang tapi takut meninggalkan tanah.

Apa yang harus dilakukan dalam proses pendampingan?
Kita bisa lakukan dua cara di bawah ini:

Pertama, didoakan.
Karena hidayah itu faktor besar.
Kalau Allah belum bukakan hati, berat.

Kedua, Sumber Kencono style.
Sein kanan. Stir putar kanan.
Gas poll.

Jangan kebanyakan mikir.
Eksekusi. Telepon orang. Datangi orang. Jualan. Coba. Ulangi.

Wes pokomen awuren.

“Mengko alangan e minggir dewe.”
Kalau tidak minggir?
Ya mungkin nabrak.

Bangun lagi.
Gas lagi. Pipimu masih terlalu halus anak muda, belum ada goresannya.

Angka keberhasilannya?

10–20%.
Memang saringannya kejam.

Karena tidak semua orang benar-benar mau terbang. Tidak semua orang mau membayar harganya.
Banyak yang sebenarnya lebih nyaman berjalan di tanah…
lalu menyalahkan cuaca.

Join Saluran Khusus Genpro Mastermind Class untuk update tulisan terkini dari kelas GMC melalui link di bawah ini


Bagikan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top